— Just Want You To Know

Archive
M2net

Baru baru ini ada virus ganas yang sedang melanda para pejuang m2net, dan membuat milis cukup heboh. Menurut salah satu thread yang dibuat oleh Fasicha, virus ganas itu bernama CINLOK alias cinta lokasi.
Waduh! Ora beres iki. Hmm, dari pada cinlok cinlokan di m2net, kayaknya masih enakan cilok di pinggir masjid deh. Pun lebih sehat karena hanya terbuat dari tepung kanji dan terigu. Walau tak sedahsyat cilok atau siomay diluaran, tapi tetap saja lebih sehat daripada cinlok di m2net yang kemungkinan besar tercipta dari panah beracun iblis. Bermula dari pandangan mata yang turun ke hati. Meracuni pikiran. Membuat siang malam dipenuhi bayang bayang sang pujaan. Membuat yang di pandang menjadi berhala yang dipuja membabi buta. Bagi yang merasakan virus cinlok, ngga usah mengklaim itu sebagai cinta deh. Cinta ngga serendah itu.
Kalaupun kalian masih merasa itu adalah cinta. Pendem aja dulu. Jangan ungkapkan sekarang. Waktu dan tempatnya belum tepat. Kalau kalian menuruti nafsu untuk mengungkapkan cinta itu sekarang, kalian sama saja merusak makna cinta yang sebenarnya. Sudah banyak kejadian yang membuktikan cinta dipondok itu cuma bikin sengsara. Karna dibatasi oleh ruang dan peraturan. Bila batas itu dilewati dengan cara pertemuan diam diam, surat suratan, dan lain sebagainya, akibatnya sudah bisa ditebak, minimal pernyataan didepan umum. Banter banternya lagi di keluarin dari pondok. Apa ini yang namanya cinta? Sesengsara inikah?
Huft, udah ah, daripada bermain main dengan cinlok yang negatif ini, mendingan kita bangun cinta dan kasih sayang persaudaraan yang islami. Mahabbah fillah. Caranya? Hmm, Apa ya? Saling traktir masuk ga ya? Ngebeliin cilok buat semua pejuang juga boleh tuh. Hahaha, becanda ding.

Read More

Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Betul ngga?
Hmm, tapi aku rasa ini pun belum terlalu terlambat untuk memulai. Memulai apa sich? Ok, kali ini aku ingin menulis tentang Juguran ala M2net. Mengikuti memori otakku yang suka nge blank, aku ingat satu Juguran di suatu sabtu bulan Februari kemarin. Jam sepuluh pagi dan aku baru saja selesai membaca asmaul husna dalam rangka ta’ziran KSPD.
“Mba Anis, sini,” ujar salah satu pejuang M2net menyambutku. Aku pun melangkahkan kaki ke ruang redaksi dan masuk ke dalamnya (ya iya lah, masa masuk ke luarnya?). Di dalam ruangan tampak ramai oleh para pejuang M2net yang sedang mengerubungi Mas Anistok.
“Wah, ada acara apa nih? Asyik banget?” tanyaku dengan cengiran diwajah.
Hmm, lagi pada sharing. Mas Anistok membuat sebuah games dengan sistem kocokan nomer (kaya arisan ya), dan yang kebagian nomer pertama alias nomer zero, dia harus siap menjawab pertanyaan apapun yang diajukan. Jadi disini kami saling terbuka gitu lah. Saling mencurahkan perasaan yang mengganjal tentang M2net, saling berbagi keluhan, saling berbagi solusi, saling mengkritik, dan saling saling yang lainnya. 🙂
Ketika aku ikut bergabung, ternyata hampir sebagian besar pejuang telah mendapatkan giliran. Icha dapat nomer 0, the next is Mas Anistok, and Taufik. Wah, aku ketinggalan banyak nih. Denger denger mereka sudah bercerita panjang lebar. Lalu, apa yang terjadi?! Berhubung aku baru saja datang, Mas Anistok mempersilahkanku untuk bertanya dan menyampaikan unek unek yang sudah lama bikin enek. Hiks, aku langsung kebat kebit kebingungan. But akhirnya aku bertanya sekedarnya, dan juguran pun berlanjut dengan ceria.
Setelah acara itu, aku melihat keceriaan di wajah para pejuang M2net di sekelilingku, ada kelegaan disana. Ada rasa percaya. Ada tali tali kekeluargaan yang tercipta. Aduh, indah banget ya!!!! Tau kaya gini sering sering aja deh pada njugur. Biar hati selalu plong. Dan kasus saling bisik di belakang alias ngrasani pun akan terhapus. Insya Allah.
Thanks to Mas Anistok sang pelopor!!!

Read More